HATI-HATI PENIPUAN! JESSICA COLLECTIONS HANYA MENGGUNAKAN DUA ACCOUNT SAJA. BCA 2120228512 A.N DEWI FRANSISCA DAN MANDIRI 1190006304446 AN DEWI FRANSISCA. UNTUK INFO LEBIH JELAS HUBUNGI KAMI

MATERIAL

Jenis-jenis material baju import korea koleksi Jessica collections :

1.  COTTON / KATUN

material-cotton

Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE. Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar, akan menjadi abu, dan jalannya api lambat.

Keunggulan:
1. Tidak kisut apabila dicuci

2. Tidak luntur untuk bahan berwarna

3. Mudah disablon

4. Menyerap keringat.

5. Tidak berbulu
Kelemahan:
1. Bahan terasa dingin dan sedikit kaku

2. Mudah kusut

3. Pakaian / kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen

4. Rentan terhadap jamur

Janis katun jangan dibiarkan basah terlalu lama. Demikian juga pada saat kain direndam ditambahkan satu sendok cairan pemutih (untuk satu baju) agar baju berwarna putih bertahan lama dan tidak kusam.

 

1A. STRETCH COTTON

material-stretch-cotton

Stretch cotton memiliki texture rapat, stretch, agak kaku. Bahan ini sangat cocok dipakai untuk kebutuhan fashion yang menampilkan lekukan tubuh, karena jenis bahan ini sangat menempel di tubuh.

Jenis bahan ini cukup nyaman dipakai, karena bersifat flexibel dan membuat gerakan tubuh tidak terbatas.

1B. JAPANESE COTTON (Only at Jessica Collections)

material-japanese-cotton

Japanese cotton pada dasarnya terbuat dari serat kapas juga seperti cotton biasa, akan tetapi yang membedakan Japanese cotton berasal dari serat kapas khusus dengan pemilihan extra, dan proses pengolahannya yang membuat Japanese cotton jauh lebih lembut dan lentur dari cotton biasa.

Sifat Japanese cotton adalah lentur, sangat lembut, stretch, dan sangat nyaman dipakai. Jenis bahan ini bisa menyerap keringat sampai 90%.  Bila dicuci pun tidak akan berubah bentu, dan tidak akan luntur. Sangat cocok untuk dipakai di iklim tropis.

Japanese cotton sangat berbeda dengan cotton biasanya, dan hanya negeri sakura ini lah yang bisa membuat pengolahan yang menghasilkan texture sangat lembut.

 

2.CHIFFON

material-chiffon

Chiffon adalah bahan kain yang terbuat dari kapas/sutra/serat sintetis , bahan ini umumnya sangat tipis, ringan dan tembus pandang, namun apabila dipadukan dengan bahan lainnya maka pakaian yang menggunakan bahan ini akan terlihat sangat elegan.

Karakteristik = Texture lembut, transparant, jatuh & tidak licin.

Kata ‘chiffon’ sebenarnya adalah kata untuk mendeskripsikan cara atau metode yang digunakan untuk membuat jenis kain ini. Sifon atau bahasa Inggrisnya chiffon ditenun dengan pola pattern yang seragam. Jika dilihat dengan kaca pembesar, kain chiffon terlihat seperti net atau jaring jaring halus sehingga membuat kain tersebut tembus pandang. Kain sifon juga dikenali dengan cara tenunannya, twist maupun jenis benang yang digunakan. Kain chiffon sudah ada sejak tahun 1902 dan masih menjadi salah satu jenis kain yang paling digemari sampai saat ini, khususnya untuk gaun malam dan gaun pernikahan. chiffon merupakan kain yang tipis namun kain tersebut juga bisa memiliki teksture yang kasar. Karena ketipisannya kain sifon terasa dingin jika dipakai karena jenis kain ini kurang bisa menahan panas pada sekitar tubuh. Kain ini bisa diwarnain dengan warna apa saja namun kain chiffon yang dibuat dari fiber polyester lebih sulit untuk diwarnain. Jenis kain ini tidak disarankan dipakai oleh orang yang bertubuh agak gemuk.

 

3.  DENIM / JEANS

material-denim-jeans

Denim atau bahan jeans adalah kain katun kasar yang pada proses pembuatannya benang dipintal ganda (double-twist) sehingga membentuk tekstur  larikan diagonal yang khas yang membedakan kain ini dengan jenis kain katun biasa. Denim bisa digunakan sebagai bahan atasan, bawahan, sepatu, tas, hingga beragam aksesoris lainnya. Jenis kain yang satu ini everlasting atau abadi sepanjang masa di dunia fashion. Pas sekali untuk casual look. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan belel.

Bahan denim berasal dari sebuah kota di Prancis, bernama Nimes. Awalnya bahan ini disebut  Serge de Nimes, lalu kemudian dipersingkat menjadi denim (de Nims). Denim merupakan material kain yang kokoh terbuat dari katun twill. Teksturnya mirip karpet namun lebih tipis dan halus.

Pertama kali diciptakan, denim hanya memiliki satu warna yaitu indigo. Tapi seiring berkembangnya zaman, dibuatlah warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, putih khaki, dan warna-warna terang di antaranya pink, hijau dan biru terang.

 

4.  LACE / BROCADE

material-lace-brocade

Lace/brocade dalam bahasa Inggris merupakan kata yang diambil dari bahasa Italia “Broccato” yang memiliki arti “kain yang disulam”. Lace/brocade adalah jenis kain yang menerawang, bermotif dengan bagian-bagian lubang terbuka, yang dibuat oleh mesin atau dengan tangan. Lubang padan kain lace terbentuk melalui pelepasan / pembuangan  benang atau kain  yang sudah jadi / ditenun sebelumnya, tetapi lebih sering lubang-lubang tersebut dibuat langsung saat proses pembuatan kain lace di pabrik.

Lace/brocade membawa kesan lux (mewah), kain Lace/brocade dahulunya merupakan bahan favorit untuk gaun-gaun acara spesial seperti gaun pernikahan. Namun sekarang bahan kain ini juga mulai digunakan untuk dress, rok, aksesoris bahkan sepatu dan bisa dipakai untuk gaya casual sekalipun.

Jenis kain yang satu ini senantiasa transparan dan memperlihatkan kulit pemakainya jika tidak dilapisi dengan furing. Perlu diperhatikan dalam menerapkan gaun lace, baik dari segi pemilihan warna hingga model busana. Jangan sampai terlihat norak, berlebihan dan vulgar. Dengan porsi yang tepat dan seimbang, busana lace akan membuat pemakainya nampak elegan, sensual tanpa mengumbar seksualitas.

Pilihan bahan Lace/brocade yang berwarna bisa dipadukan dengan furing warna putih, sedangkan lace monokromatis seperti hitam, beige dan putih disesuaikan dengan warna kulit. Jangan lupa menggunakan busana Lace/brocade yang lengannya menutupi lengan agar kesan seksi tak terlalu berlebihan.

 

5.  SPANDEX

material-spandex

Kain spandex muncul sejak jaman perang dunia ke-II, saat itu para ilmuwan mengembangkan bahan alternatif pengganti karet seperti polyurethane dan nylon. Pada tahun 1962 Dupont berhasil membuat jenis kain yang lebih ringan, elastis dan fleksibel yang diberi nama Lycra yang saat ini populer dengan nama Spandex. Ciri-ciri kain spandex yang paling menonjol adalah sifatnya yang lebih elastis. Kain spandex biasanya lebih tipis tetapi lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan kain katun biasa. Semakin tinggi persentase spandex (polyurethane) maka pakaian jenis ini akan semakin ketat.

Kain ini memiliki sifat elastisitas yang tinggi dan ketahanan gosokan yang tinggi. kain spandex bisa mencapai tingkat elastisitas dengan tarikan sampai 500%, dan merupakan jenis serat sintesis yang memiliki elastisitas lebih baik dari karet. Spandex menghasilkan tekstur elastis mirp karet tipis, melekat ketat di tubuh dan mengkilap.

Spandex yang nyaman dipakai, mempunyai pori-pori sehingga menyerap keringat. Cara mengetahuinya adalah jika disentuh dengan tangan terasa adem. bagi orang yang alergi terhadap bahan sintesis , ada pilihan yang pas yaitu katun-spandex yang memiliki sifat nyaman seperti katun (kulit tetap dapat bernafas), sekaligus bersifat lentur dan ringan dari bahan spandex.

 

6.  POLYESTER

material-polyester

Dikenal dengan nama dagang Terylene, Dacron, Trivera, Tetoron. Kekuatan, elastisitas yang baik dari serat polyester menghasilkan kain yang mempunyai ketahanan yang baik terhadap lekukan atau kekusutan sehingga tidak memerlukan
penyetrikaan panas.

Karakteristik : elastic, stretch, tebal (ketebalan diatas Spandex), licin
Kain polyester tahan terhadap pelarut organic dan pencucian kimia / dry cleaning, serta mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap bakteri dan jamur.

Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun. Bahan dasarnya adalah Benang polyester. Bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik.

 

7.  YARN

material-yarn

Yarn adalah jenis bahan baju terbuat dari susunan benang benang membentuk susatu jaring. Bentuk yarn sangat mirip dengan jaring. Sangat cocok untuk baju fashion dan sexy, bisa dipakai untuk memperlihatkan lekukan tubuh, juga dapat digunakan diatas bahan dasar seperti cotton/spandex/polyester untuk menambah ornamen dan kesan sexy baju itu sendiri.

 

8. GAUZE

material-gauze

Texture gauze seperti kassa, proses pembuatannya dengan cara  menenun. Secara teknis ” gauze ” adalah struktur menenun, di mana benang disusun berpasangan dan disilangkan.  Struktur Tenunan ini digunakan untuk menambah stabilitas kain , yang penting ketika menggunakan benang halus dan longgar.

Gauze memiliki texture tembus pandang sama seperti yarn, akan tetapi perbedaanya jika yarn seperti jaring dan susunan benang tidak begitu rapat, jika gauze tidak seperti jaring dan susunan benang sangatlah rapat. Bahan ini tidak lembut, kasar, dan kaku. Gauze memiliki kesan mewah dan glamour, banyak digunakan pada gaun pengantin, akan tetapi dengan berkembangnya fashion, gauze banyak dipergunakan pada dress dan atasan.

 

9.  SYNTHETIC LEATHER

material-synthetic-leather

Synthetic leather : disebut juga bahan Oscar, bahan Oscar ini lebih bagus, lebih tebal dan tidak gampang lepas dari serat kainnya daripada bahan imitasi, bahan Oscar ini menyerupai bahan kulit asli yang dibuat bukan dari kulit, yang membedakan adalah kalo dibalik terdapat bahan seperti kain

Perawatan Bahan Synthetic lebih mudah dan juga tahan air, krn berbahan dasar PVC (Polyvinyl Chloride). Beda dengan Kulit asli yg ada sifat menyerap dg adanya pori2 kulit, jadi cairan/kotoran lebih sulit dibersihkan dan butuh perawatan secara continue.

Synthetic tidak ada aroma kulit asli, jadi jangan berharap bisa tercium aroma kulit.

Synthetic tidak memberikan kenyamanan layaknya kulit asli. Permukaannya tidak cepat melepas panas, berbeda dengan kulit asli yg dapat segera melepas panas.